Mukomuko Bengkulu (ANTARA) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, meningkatkan pelayanan kesehatan dengan menghadirkan alat kesehatan canggih yang bisa menyembuhkan mata katarak melalui operasi katarak modern phacoemulsification.
“Kami beli alat ini, dan sudah ada barangnya di rumah sakit. Jadi ke depan operasi katarak bisa menggunakan teknis phaco,” kata Direktur RSUD Kabupaten Mukomuko Syafriadi saat dihubungi dari Bengkulu, Rabu.
Dia menjelaskan, bahwa operasi menggunakan teknik pheco ini membuat operasi katarak menjadi lebih cepat, hasilnya lebih bagus, tingkat kesembuhan lebih cepat, risiko lebih sedikit, dan keberhasilan tinggi.
Selama ini, kata dia, RSUD Mukomuko belum memiliki alat canggih tersebut, tahun ini RSUD membeli alat itu kerja sama dengan perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan.
Dia mengatakan, pihak melakukan langkah pembelian peralatan canggih ini guna meningkatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit setempat.
“Setiap hari bisa dilakukan operasi katarak secara modern, dan kalau memakai alat itu paling lama operasi sekitar setengah jam atau selesai selama 45 menit,” ujarnya.
Dia menyatakan, yang jelas alat ini sudah lama dibutuhkan oleh RSUD tetapi belum bisa terbeli karena keterbatasan anggaran pemerintah daerah.
Untuk itu, pihaknya mengambil langkah untuk memenuhi itu dan pembelian menggunakan dana yang bersumber dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD setempat.
Dia mengatakan, bahwa saat ini RSUD Mukomuko secara bertahap sudah mendapat kepercayaan dari perusahaan swasta sehingga mereka bersedia pembelian alat ini dengan cara dicicil.
Intinya, setelah ada alat ini masyarakat tidak perlu lagi ke Padang Provinsi Sumatera Barat untuk melakukan operasi katarak secara modern menggunakan teknis pheco karena peralatan itu sudah ada di RSUD Mukomuko.
“Selama ini kita bisa operasi katarak tetapi tekniknya beda kalau menggunakan alat ini operasi menjadi cepat dan tingkat kesembuhan tinggi,” ujarnya.
Jadi masyarajat di Kabupaten Mukomuko ini, kata dia, jangan ragu lagi karena di daerah ini untuk operasi katarak alat yang digunakan lebih bagus lagi sama dengan yang di Padang.
Cuma sekarang itu, kata dia pula, pasien BPJS kuotanya terbatas sehingga nanti pasien BPJS tetap bisa operasi tetapi ngantri panjang lama bisa seminggu karena kuota pasien BPJS terbatas.
“Saat ini kami masih mengajukan ke BPJS untuk minta penambahan kuota,” demikian Syafriadi.
Sumber: bengkulu.antaranews.com







