Kurang Rp 46 Miliar, Waktu Tinggal Dua Bulan
BANGKALAN – Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) RSUD Syamrabu Bangkalan rendah. Padahal, sudah memasuki akhir bulan pertama triwulan keempat. Artinya, dua bulan lebih akan tutup tahun.
Data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bangkalan hingga Kamis (10/10), capaian PAD rumah sakit milik pemkab itu baru Rp 77.073.623.244,78 dari target setahun Rp 124 miliar atau terealisasi 62,16 persen. Dengan demikian, masih kurang Rp 46.926.376.755,22.
Wadir RSUD Syamrabu Bangkalan dr. Farhat Suryaningrat mengutarakan, sebenarnya capaian PAD RSUD Syamrabu lebih dari 62,16 persen. Namun, belum ada laporan ke bapenda sehingga terlihat masih rendah. ”Tiap hari itu ada peningkatan, tapi belum dilaporkan,” katanya kemarin (20/10).
Menurut Farhat, pihaknya sangat optimistis hingga akhir tahun ini capaian PAD RSUD Syamrabu terpenuhi. Sebab, sumber PAD rumah sakit pelat merah itu bisa dari klaim BPJS Kesehatan, DAK, dan DAU. Mayoritas administrasi pelaporannya dilakukan akhir tahun. Dengan demikian, progres persentasenya terlihat rendah.
Namun, saat ditanya detailnya realisasi PAD, Farhat belum bisa menjelaskan. Sebab, datanya ada di kantor. Dia hanya menegaskan, capaiannya lebih dari 62 persen. ”Besok saja ya. Pokoknya lebih dari 60 persen,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan mengatakan, nantinya ada pertemuan evaluasi dengan mitra komisi D, termasuk dengan RSUD. Karena itu, hal-hal yang dianggap belum optimal pasti jadi catatan. ”Karena target itu disesuaikan dengan kemampuan dinas. Misalnya, tidak target RSUD, kami evaluasi,” ucapnya.
Menurut dia, capaian PAD itu bisa dianggap riil ketika jelang tutup anggaran. Sebab, organisasi perangkat daerah (OPD) sudah tidak memiliki kesempatan untuk memaksimalkan kinerja. ”Kalau sekarang kan masih punya waktu. Tentu kami lihat dulu perkembangan peningkatannya,” pungkasnya.
Sumber: jawapos.com







