Rembang, NU Online Jateng
Di tengah laporan peningkatan kasus campak di sejumlah daerah, RSUD dr R Soetrasno Rembang memastikan hingga kini belum ditemukan pasien campak di lingkungan rumah sakit tersebut. Meski demikian, langkah antisipatif terus diperkuat melalui layanan siaga dan edukasi kepada masyarakat.
Direktur RSUD dr R Soetrasno, Samsul Anwar, menegaskan bahwa kondisi nihil kasus tidak membuat pihaknya lengah. Justru, upaya pencegahan semakin digencarkan, terutama setelah momentum libur Lebaran yang ditandai dengan tingginya mobilitas masyarakat.
“Sejauh ini belum ditemukan kasus, masih aman. Edukasi sudah kami lakukan sejak sebelum Lebaran melalui dokter spesialis,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Rembang. Selasa (7/4/2026).
Edukasi yang diberikan mencakup pengenalan gejala awal campak, seperti munculnya ruam kemerahan yang disertai demam tinggi. Penyakit akibat virus ini rentan menyerang anak-anak, khususnya balita.
Ia mengingatkan, bahaya campak tidak hanya pada gejala awal, tetapi juga komplikasi lanjutan. Penderita dapat mengalami radang tenggorokan yang menyebabkan penurunan nafsu makan dan minum. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan dehidrasi berat.
“Jika anak tidak mau makan dan minum, risikonya besar dan bisa membutuhkan penanganan medis serius, termasuk infus,” jelasnya.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Orang tua juga diminta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala mencurigakan.
Deteksi dini dinilai menjadi kunci untuk mencegah komplikasi sekaligus menjaga Kabupaten Rembang tetap terbebas dari lonjakan kasus campak.
Sumber: jateng.nu.or.id







