Kabupaten Gorontalo, InfoPublik – Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) secara serius mengawali proses transformasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Hasri Ainun Habibie menjadi institusi pendidikan strata tinggi bagi calon dokter spesialis.
Hal itu diwujudkan melalui pertemuan intensif yang digelar bersama Persatuan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Gorontalo, serta jajaran manajemen rumah sakit, Selasa (3/2/2026).
Pertemuan itu merupakan tindak lanjut dari rapat persiapan awal Januari lalu, dengan fokus mendalami kesiapan RSUD Ainun Habibie untuk menyandang status sebagai Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) Program Pendidikan Dokter Spesialis Penyakit Dalam. Pembahasan mencakup evaluasi komprehensif terhadap aspek sumber daya manusia, kecukupan sarana-prasarana, dan tata kelola pendidikan klinik sesuai standar nasional.
Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, mengatakan tiga langkah prioritas percepatan pembentukan RSUD Ainun Habibie sebagai RSPPU Penyakit Dalam.
Langkah pertama segera membentuk Tim Percepatan Pelaksanaan yang melibatkan seluruh lintas sektor terkait.
Langkah kedua menyusun timeline dan tahapan kerja yang terstruktur serta terukur.
Sementara langkah ketiga adalah menyelenggarakan lokakarya bersama Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas) selaku mitra.
“Pembentukan tim percepatan adalah fondasi awal yang krusial. Selanjutnya, kita butuh peta jalan yang jelas dan realistis, lalu segera duduk bersama dalam lokakarya dengan Fakultas Kedokteran Unhas agar seluruh proses berjalan terarah dan memenuhi standar,” tegas Anang.
Lebih lanjut, Anang mengakui berdasarkan asesmen awal, RSUD Ainun Habibie sebagai RSPPU Penyakit Dalam masih memerlukan penguatan signifikan, terutama dalam hal ketersediaan dan kesiapan dokter spesialis, dokter pendidik klinis, tenaga pendukung, serta pemenuhan sarana prasarana.
“Potensinya sangat besar, namun penguatan di bidang SDM dan fasilitas penunjang pendidikan masih dibutuhkan. Rapat ini adalah momentum untuk menyatukan visi dan merancang langkah strategis,” katanya.
Dari sisi organisasi profesi, Ketua PAPDI Provinsi Gorontalo, Taufik Ramadhan Biya, memaparkan prasyarat utama pembukaan program studi baru, meliputi kesiapan kurikulum, SDM, dan sarana-prasarana.
“Idealnya, sebuah rumah sakit pendidikan memiliki laboratorium lengkap yang berdiri sendiri. Hal ini agar pelaksanaan pendidikan di RSUD Ainun Habibie sebagai RSPPU Penyakit Dalam tidak lagi bergantung pada pemeriksaan dari luar,” kata Taufik.
Pertemuan yang berlangsung di Aula RSUD dr. Hasri Ainun Habibie diharapkan menjadi tonggak sejarah bagi pengembangan rumah sakit tersebut.
Ke depan, RSUD Ainun Habibie tidak hanya ditujukan menjadi wahana pendidikan dokter spesialis penyakit dalam yang unggul, tetapi juga diharapkan bertransformasi menjadi pusat rujukan layanan kesehatan berstandar tinggi bagi masyarakat Provinsi Gorontalo. (mcgorontaloprov/indah/ilb/md)
Sumber: infopublik.id







