RRI.CO.ID, Baubau – Manajemen BLUD RSUD Kota Baubau memutuskan membuka perekrutan tenaga non-ASN guna mengatasi kekurangan sumber daya manusia (SDM) dan memperkuat pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Kebijakan ini diambil berdasarkan hasil analisis kebutuhan layanan rumah sakit.
Plt. Direktur RSUD Kota Baubau, dr. Kenangan, mengatakan bahwa selama ini pelayanan rumah sakit tetap berjalan, namun belum didukung jumlah tenaga yang ideal. Kondisi tersebut dinilai berpengaruh terhadap upaya peningkatan mutu pelayanan.
“Pengadaan tenaga ini didasarkan pada analisis kebutuhan. Untuk menjawab tantangan dan tuntutan masyarakat agar pelayanan lebih maksimal, tentu dibutuhkan tenaga yang mencukupi,” ujar dr. Kenangan kepada RRI, Senin, 2 Januari 2026.
Ia menjelaskan, dilakukannya rekrutmen dipicu oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah berkurangnya tenaga lama akibat pindah tempat kerja, mengikuti keluarga, terangkat menjadi PPPK di instansi lain, hingga mengundurkan diri karena pertimbangan kesejahteraan.
Selain itu, RSUD Kota Baubau juga tengah bersiap membuka sejumlah layanan baru yang membutuhkan tenaga tersertifikasi. Layanan tersebut antara lain perawatan jiwa, penambahan mesin hemodialisis (cuci darah), serta pengoperasian cardiac catheterization laboratory (cath lab) yang selama ini belum berjalan optimal.
“Alatnya sebenarnya sudah ada, tetapi tenaga yang mengoperasikan belum tersertifikasi melalui pelatihan. Padahal, sertifikasi ini menjadi salah satu syarat kerja sama layanan dengan BPJS Kesehatan,” jelasnya.
Ke depan, RSUD Kota Baubau juga diarahkan menjadi rumah sakit pendidikan. Saat ini rumah sakit telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi seperti AKPER dan AKBID. Bahkan, Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) berencana membuka Fakultas Kedokteran dan menjadikan RSUD Kota Baubau sebagai rumah sakit pendidikan utama.
“Karena itu, kesiapan SDM menjadi sangat penting,” kata dr. Kenangan.
Dalam rekrutmen di awal tahun 2026 ini, RSUD Kota Baubau membuka 53 formasi. Diantaranya dokter umum, perawat, asisten apoteker, radiographer, perekam medis, hingga tenaga pendukung seperti satpam, supir ambulance, dan operator gas.
Terkait tenaga lama, termasuk yang masuk dalam skema PPPK paruh waktu, dr. Kenangan memastikan kontrak tetap diperpanjang selama tenaga tersebut masih bersedia bekerja.
“Kami tidak menyia-nyiakan tenaga yang sudah ada. Saat ini di RSUD terdapat ASN PNS, PPPK penuh waktu, PPPK paruh waktu, serta tenaga kontrak. Rekrutmen ini dilakukan untuk mengisi kekurangan yang belum terpenuhi,” ujarnya.
Menanggapi aturan larangan perekrutan non-ASN, dr. Kenangan menegaskan bahwa rumah sakit berstatus BLUD memiliki fleksibilitas dalam pemenuhan tenaga kerja demi kelangsungan pelayanan.
“Tidak ada aturan yang secara mutlak melarang perekrutan non-ASN di rumah sakit BLUD, sepanjang berbasis kebutuhan layanan,” tegasnya.
Selain penguatan SDM, RSUD Kota Baubau juga melakukan pengembangan infrastruktur. Saat ini tengah dilakukan pengembangan fasilitas kamar operasi yang sebelumnya dinilai sudah tidak representatif.
“Luas bangunan diperluas dari sekitar 400 meter persegi menjadi lebih dari 800 meter persegi, dengan penambahan jumlah kamar operasi dari empat menjadi lima ruang,” ungkapnya.
RSUD Kota Baubau juga merencanakan pembangunan kamar operasi besar dengan konsep Modular Operating Theater (MOT) berstandar internasional. Namun, rencana tersebut masih terkendala pembiayaan sehingga belum dapat direalisasikan sepenuhnya.
Sumber: rri.co.id







