
Tenaga kesehatan, terutama yang bekerja di rumah sakit, menghadapi berbagai bahaya dan paparan yang kompleks. Salah satu aspek penting dalam mengurangi risiko dan bahaya adalah manajemen risiko yang efektif. Studi ini menggunakan pendekatan cross-sectional untuk mensurvei implementasi sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja di rumah sakit di Indonesia serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi manajemen risiko rumah sakit di Indonesia. Metode sampling purposif digunakan untuk memilih 90 rumah sakit yang tersebar di 10 provinsi di Indonesia.
Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif, korelasi, dan SEM-PLS. Sebanyak 44 rumah sakit (48,9%) memiliki status lengkap, dan mayoritas adalah rumah sakit tipe C (43,3%). Hasil analisis SEM-PLS menunjukkan bahwa faktor-variabel analisis identifikasi bahaya dan risiko serta Prosedur Operasional Standar (SOP) secara signifikan mempengaruhi kualitas tinggi manajemen risiko rumah sakit di Indonesia, dengan nilai jalur masing-masing sebesar 0,282 dan 0,469. Peningkatan manajemen risiko rumah sakit di Indonesia dapat dicapai dengan meningkatkan penggunaan SOP yang sesuai dan melakukan analisis mendalam terhadap identifikasi bahaya dan risiko.







