
Indonesia saat ini tengah mengalami banyak perubahan lingkungan, baik lingkungan sosial, ekonomi, kesehatan, sekaligus lingkungan demografi. Hal ini ditandai dengan bertambahnya penduduk lanjut usia (lansia) sebagai dampak dari penurunan angka kelahiran dan peningkatan harapan hidup. Fenomena ini menandakan bahwa Indonesia akan memasuki era penuaan penduduk (aging population), menyusul negara tetangga, Malaysia. Jumlah populasi penduduk Indonesia selama 5 tahun terakhir menunjukkan peningkatan yang konsisten pada kelompok lansia hingga mencapai 11,93% dari total populasi pada 2025, dimana angka ini telah melampaui ambang batas dari ciri utama tahap struktur demografi menua (BPS RI, 2015). Dalam hal ini, Daerah Istimewa Yogyakarta menunjukkan daerah dengan populasi lansia terbesar hingga mencapai 17,78% diikuti oleh Bali 15,03%. Fenomena ini sangat menarik dimana Yogyakarta merupakan daerah yang banyak diminati dan didorong untuk menjadi destinasi wisata kesehatan (health tourism).
Penyelenggaraan layanan kesehatan saat ini tidak lepas dari persaingan global, dimana banyak masyarakat Indonesia yang lebih memilih mendapatkan layanan kesehatan di dalam negeri daripada di dalam negeri. Berdasarkan observasi sebelumnya terhadap RS di Malaysia menyebutkan bahwa mayoritas pasien berasal dari Indonesia, sehingga strategi pemasaran yang digunakan benar – benar khusus untuk menjaring pasien Indonesia, mulai dari akomodasi penjemputan dari Bandara, hingga tempat tinggal pasien.
Strategi penetapan segmen pasar spesifik berikutnya, yaitu Komune Living & Wellness yang memilih untuk menarget pasar lansia. Komune Living & Wellness memiliki komplek hotel yang terintegrasi dengan wellness center. Selain itu, Komune Living & Wellness juga menyelenggarakan berbagai aktivitas seperti morning walk, grounding, mindfullness therapy dan masih banyak lagi. Keseluruhan infrastruktur baik di dalam hotel maupun taman sekitar juga didesain untuk mendukung aktivitas lansia (elder friendly). Pengembangan Komune Living & Wellness dalam hal ini didasarkan pada peningkatan populasi lansia di Malaysia yang cukup signifikan. Berdasarkan contoh tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa pengembangan layanan unggulan perlu dilakukan identifikasi terhadap segmen pasar yang akan dipilih, termasuk persiapan infrastruktur untuk mendukung aktivitas pelayanan.
Meninjau kondisi BPJS Kesehatan saat ini, banyak RS yang semakin terdesak, yang sangat berpengaruh pada kondisi keuangan RS. Dalam hal ini, RS semakin terdorong untuk menambah kapasitas segmen pasar non BPJS dibandingkan BPJS, salah satunya dengan mengembangkan layanan unggulan dengan segmen pasar non BPJS dengan kondisi sosioekonomi menengah keatas. Namun, segmen pasar tersebut tentu tidak lepas dari ekspektasi pelayanan yang semakin tinggi, sehingga harus didukung dengan persiapan SDM, infrastruktur, hingga budaya hospitality yang dapat membangun kepercayaan dan loyalitas pasien.
Persiapan infrastruktur bukan hanya bagaimana bangunan dapat difungsikan, melainkan juga dapat dilengkapi dengan pendukung seperti infrastruktur digital. Peran digital dalam hal ini tidak hanya penggunaan rekam medis elektronik, namun juga dapat dimulai dengan pendukung pra pelayanan seperti penggunaan website user friendly untuk mengenalkan layanan unggulan kepada masyarakat luas. Dalam hal ini, besar kemungkinan pasien lansia tidak bisa mengakses langsung ke website, namun keluarga pasien lansia masih sangat memungkinkan untuk dapat mengakses halaman tersebut. Halaman website diharapkan tidak hanya menampilkan profil layanan singkat, namun juga dapat dilengkapi dengan apa saja keunggulan utama layanan, sehingga pembaca dapat tertarik untuk mencoba layanan tersebut. Bahasa yang digunakan juga harapannya menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh masyarakat awam (tidak menggunakan istilah medis yang membingungkan pembaca). Selain itu, website juga dapat diintegrasikan untuk memesan layanan secara langsung jika memungkinkan. Pasien dapat langsung mendaftar hingga melakukan pembayaran (pasca pelayanan) melalui website tersebut.
Referensi :
Badan Pusat Statistik, 2025, Statistik Penduduk Lanjut Usia 2025, Vol. 22. Diakses melalui : https://www.bps.go.id/id/publication/2025/12/12/868d335b088dcddc3ddee052/statistik-penduduk-lanjut-usia-2025.html
Komune Living & Wellness (Senior Care) : https://komunewellness.com/senior-care







