Keuangan
1. Strategic Budgeting Kasus Jerman
2. Sistem Informasi Manajemen Berbasis Open Source
4. INA-CBG for Sustainable Universal Coverage
B. Akuntansi
Keuangan
1. Strategic Budgeting Kasus Jerman
2. Sistem Informasi Manajemen Berbasis Open Source
4. INA-CBG for Sustainable Universal Coverage
B. Akuntansi
1. Rencana Stratejik dan Perubahan Budaya -1 – Prof. Dr. Laksono Trisnantoro, MSc, PhD
2. Rencana Stratejik dan Perubahan Budaya-2 – Prof. Dr. Laksono Trisnantoro, MSc, PhD
3. Rencana Stratejik dan Perubahan Budaya-3 – Prof. Dr. Laksono Trisnantoro, MSc, PhD
4. Strategi Perumah Sakitan Menghadapi Implementasi UU SJSN/ BPJS
5. Skenario RS Menghadapi Era BPJS: dalam konteks spesialis dan kebijakan industri
6. Pokok Pikiran dan Strategi Kesiapan Infrastruktur Pelayanan Kesehatan dalam Pelaksanaan SJSN 2014
7. Strategi Rumah Sakit Pendidikan dalam Mencapai Sertifikasi Akreditasi Baru
8. Kiat Mengembangkan Hospital Chain
9. Pengalaman Pertamedika dalam Mengembangkan Hospital Chain
Serang – Rumah Sakit Provinsi Banten akan mulai beroperasi pada awal 2013 dengan pengelolaan melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas dari
Dinas Kesehatan setempat.
“Perda terkait RS Provinsi Banten baru akan diajukan pada 2013. Sedangkan RS tersebut mulai berperasi 2013, untuk tahap awal dikelola oleh UPTD yang ditetapkan melalui peraturan gubernur,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Muhadi di Serang, Kamis.
Ia mengatakan, setelah ada Perda tentang RSU itu akan disiapkan SOTK setingkat eselon II. “Nantinya kalau sudah ada perda, RS Provinsi tersebut akan dikepalai oleh pejabat setingkat eselon II,” kata Muhadi.
Saat ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten sedang melakukan proses rekrutmen pegawai RS Provinsi Banten. Untuk awal operasional RS Provinsi pegawai yang dibutuhakan sebanyak 600-an orang terdiri dari PNS, non PNS atau Pegawai Tidak Tetap Daerah (PTTD) yang terdiri tenaga medis dan non medis.
Muhadi meminta masyarakat untuk tidak tertipu oleh oknum yang menjanjikan bisa menjamin masuk jadi pegawai RSU dengan meminta sejumlah uang kepada calon pegawai. Oleh sebab itu, para calon pegawai untuk berhati-hati dan tetap mengikuti seleksi sesuai prosedur yang telah ditentukan.
“Jika memang terbukti ada panitia yang meminta uang, peserta diminta untuk melpaorkan kepada pihak berwenang,” kata Muhadi.
Muhadi mengatakan, mengenai anggaran untuk operasional dan honor pegawai RS Provinsi, sudah disiapkan pada APBD 2013. Namun demikian, ia mengaku tidak hapal berapa anggaran yang dialokasikan.
Berdasarkan data Daftar Perencanaan Anggaran (DPA) Dinkes Provinsi Banten, honor, tunjangan, dan insentif untuk pegawai PNS dan non PNS bagi RS provinsi tahun 2013 direncanakan mencapai Rp 13, 8 miliar.
RS rujukan Provinsi Banten tersebut diantaranya akan membutuhkan dokter umum dan dokter gigi sebanyak 29 orang dengan total tunjangan dan insentif selama setahun mencapai Rp 240 juta, dokter spesialis sebanyak 40 orang senilai Rp 2,4 miliar, dokter spesialias konsultasi sebanyak 5 orang senilai Rp 450 juta, dan dokter spesialias tertentu sebanyak 5 orang senilai Rp 300 juta.
Untuk honorarium karyawan non-PNS adalah dokter umum dan dokter gigi sebanyak 29 orang senilai Rp561,2 juta.
Sumber: antaranews.com
Hal ini seiring meningkatnya angka harapan hidup warga Indonesia. Perbaikan kualitas hidup dan pelayanan kesehatan menjadi kunci untuk mengeliminasi persoalan itu.Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi dalam pembukaan Kongres Nasional Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia (PABOI) di Jakarta, Rabu (21/11), mengatakan, tingkat harapan hidup warga Indonesia tahun 2009 mencapai 70,7 tahun. Umur harapan hidup ini lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2000 yang 67 tahun.Meningkatnya harapan hidup akan diikuti kasus kesehatan tulang dan sendi sebab jumlah warga lanjut usia kian banyak. Berdasarkan sensus penduduk pada 2010 tercatat 18,1 juta penduduk usia lanjut (lansia). Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memprediksi jumlah warga lansia mencapai 29,1 juta pada 2020 dan 36 juta pada 2025.Menurut Nafsiah, pemerintah melakukan upaya promotif preventif untuk menjaga kesehatan serta program pra-lansia bagi warga usia 40-50 tahun. Dengan cara itu diharapkan angka penderita keropos tulang dan nyeri sendi bisa terkurangi sejak dini.Peningkatan fasilitas
Selain itu, fasilitas sarana dan prasarana dari rumah sakit ditingkatkan. Saat ini, menurut Nafsiah, ada 2.076 rumah sakit yang terintegrasi. Ada 21 rumah sakit umum dan 2 rumah sakit khusus ortopedik yang mampu melayani kasus-kasus ortopedi.Kerja sama dengan lembaga pendidikan dilakukan agar bisa mencetak tenaga medis yang bermutu ”Teknologi kedokteran terus diperbarui agar bisa melayani masyarakat dengan lebih baik,” katanya.Mantan Presiden RI BJ Habibie yang hadir dalam acara tersebut turut mendukung adanya penelitian ilmiah untuk mengembangkan ortopedi di Indonesia. Penelitian itu penting tidak hanya untuk masyarakat Indonesia, tetapi juga akan menjadi sumbangan bagi dunia kedokteran pada umumnya.Dohar Tobing, Ketua PABOI, mengatakan, meningkatnya usia harapan hidup menjadi tantangan bagi para profesional bidang kesehatan. Untuk mengantisipasi, PABOI mulai meningkatkan serta menambah sumber daya dan pelayanan kesehatan.”Kami berharap pemerintah mau menghapus pajak biaya masuk bahan implan untuk rekonstruksi karena harganya sulit dijangkau masyarakat umum. Peniadaan pajak membuat harga bisa turun. Dengan demikian, masyarakat bisa mendapatkan dan bisa menikmati hidup mandiri,” katanya.
Sumber: kompas.com
Tim Penyesuaian Kelamin Rumah Sakit Umum Pusat dr Kariadi Semarang telah menangani 600 kasus terkait kerancuan kelamin. Kasus itu tercatat pada 2001 hingga sekarang, sementara tim sudah terbentuk sejak 1989.
Ketua Tim Penyesuaian Kelamin RSUP dr Kariadi Prof Sultana MH Faradz, menjelskan, pada rentang periode 1989-2001, tim belum melakukan pendataan sistematis sehingga banyak pasien yang tidak tercatat. Namun, mulai 2001 sudah didata rapi.
Sebanyak 450 pasien sudah menjalani pengobatan, sementara sisanya hanya melakukan konsultasi dan terus didampingi selama bertahun-tahun.
“Tidak semua pasien dioperasi penyesuaian kelamin, dari sebanyak 450 pasien yang menjalani pengobatan, hanya 30% yang dioperasi,” kata Sultana.
Sultana menegaskan, pihaknya tidak berani gegabah melakukan operasi sebelum diagnosis benar-benar ditegakkan dan pasien mantap secara kejiwaan.
Para pasien yang mendatangi Laboratorium Genetika Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Diponegoro Semarang bersamaan dibentuknya tim itu tidak hanya dari Jawa Tengah.
“Ada juga pasien dari Papua dan Nusa Tenggara. Bisa keluarga yang mengantarkan pasien, tetapi banyak juga pasien yang datang sendiri,” katanya.
Sayngnya, kata Pembantu Rektor IV Undip itu, kasus kerancuan kelamin masih dianggap tabu dan belum banyak dipahami masyarakat. Akibatnya, pasien menyadari ketidakwajaran kondisinya setelah dewasa.
Karena itu, Seminar bertajuk “International Seminar and Workshop on Stem Cell and Clinical Biology: Stem Cell and Disorders of Sex Development” akan digelar pada 23-25 November 2012 di Hotel Santika Premiere Semarang. Seminar itu, salah satu topiknya akan membahas tentang gangguan perkembangan kelamin. Seminar ditujukan pada para dokter, perawat, dan penolong persalinan.
“Seringkali, penolong persalinan, termasuk dokter tidak memahami kondisi kerancuan kelamin dan langsung menetapkan jenis kelamin anak yang dilahirkan,” katanya.
Para pembicara dari Australia, Belanda, Jepang, Singapura, dan Thailand, serta pakar dan peneliti perguruan tinggi Indonesia akan hadir di sana.
“Berdasarkan pengalaman kami, setiap kali usai digelar kegiatan semacam ini banyak pasien yang kemudian datang konsultasi. Semakin sering digelar akan semakin membuat sikap masyarakat menjadi terbuka,” kata Sultana.
Sumber: pdpersi.co.id
Istanbul, Turkey (CNN) — Syrian rebels accused government forces of bombing a hospital in the besieged city of Aleppo late Wednesday, killing at least 40 people as the conflict there ground on.
Ralib al-Omar, a leader of the Yusif al-Asma rebel group, said the attack targeted the Dar al-Shifa Hospital and that the dead included two nurses. The Local Coordination Committees of Syria, a network of opposition activists, said a doctor was among the dead as well — one of 108 people the group said were killed across the country on Wednesday.
Dar al-Shifa is one of the main sources of medical help for people in Syria’s commercial hub. In video posted by opposition activists, the blast appeared to have hit the hospital’s often-crowded front lobby.
Aleppo has been the scene of some of the heaviest fighting of the 20-month-old Syrian conflict since August, and an artillery shell had hit the hospital’s maternity ward earlier this year.
Ethnic clashes erupt in northern Syria
Peres: Iran is competing with Egypt
Turkey wants missile system along border
Inside a Syrian border town
Lull in battle near Turkey-Syria border
Syria’s new opposition leaderAmanpour blog: U.S. has no plan for Syria
An estimated 37,000-plus people have been killed since protests broke out against Syrian President Bashar al-Assad in March 2011. Al-Assad responded by turning the army and police on the demonstrations, resulting in a civil war that has so far killed more than 37,000 people, according to the opposition Center for Documentation of Violations in Syria.
Most of those are civilians, though about 3,000 of the dead are government troops, the center reported last week. The government-owned Syrian Arab News Agency reported a series of clashes between security forces and armed terrorist groups — its euphemism for opposition fighters — and intense fighting near the Syrian-Turkish border in recent weeks has pitted loyalist Syrian forces and fighters from the rebel Free Syrian Army.
CNN cannot confirm claims by the government or the opposition because of government restrictions that prevent journalists from reporting freely within Syria.
In a sign of a potential escalation of the conflict, Turkey asked its NATO allies for Patriot missiles Wednesday to bolster its air defenses against its southern neighbor. A letter to NATO included the “formal request” that the alliance send “air defense elements,” according to a Turkish government statement that cited “the threats and risks posed by the continuing crisis in Syria to our national security.”
The statement added that the NATO Council would convene “shortly” to consider the matter. NATO Secretary-General Anders Fogh Rasmussen said in a Twitter post that the request would be considered without delay.
Israel puts trust in Iron Dome
In a statement on Wednesday, Rasmussen said the letter from Turkey requested Patriot missiles that would “contribute to the de-escalation of the crisis along NATO’s south-eastern border” and serve as “a concrete demonstration of alliance solidarity and resolve.”
Rasmussen’s statement said three NATO countries have available Patriot missiles — Germany, the Netherlands and the United States — and it would be up to them to decide if they can deploy them and for how long.
A NATO team will visit Turkey next week to survey possible deployment sites for the Patriot missiles, Rasmussen’s statement said.
Sources told CNN that Germany would be the likely source for a deployment. German Chancellor Angela Merkel said Wednesday that any decision involving her country would need the approval of Parliament.
Syrian conflict a factor in Israeli election
In Turkey, Foreign Ministry spokesman Selcuk Unal said NATO forces under the command of the alliance would come to Turkey as part of the missile deployment. He noted that NATO-supplied Patriot missiles previously were deployed in Turkey in 1991 and 2003.
“It’s not as if they are going to come tomorrow to be deployed,” Unal said, calling the move a precautionary measure that will deter escalation along the Syrian border.
International and Turkish media reported earlier this month that Turkey planned to ask NATO to station Patriot missiles along the border with Syria, but Prime Minister Recep Tayyip Erdogan denied it at the time.
Turkey has been careful to make clear it plans no offensive action and does not want a war with Syria, which shares a more than 500-mile border.
Turkish President Abdullah Gul told reporters on November 8 that while going to war with Syria was “out of the question,” precautions were needed against “ballistic missiles as well as mid-range and near-range missiles.”
The U.S.-made Patriot missile system — which became well known during the first Gulf War in the early 1990s when it protected American allies against Iraqi Scud missiles — works well against short- and medium-range missiles. Two decades later, reports about the possible deployment of Patriots have emerged as tensions steadily escalate between Syria and Turkey.
Last month, Syrian artillery shells hit the Turkish border town of Akcakale, killing five Turkish citizens. Soon after, the Turkish Parliament approved a resolution that would allow the military to carry out cross-border incursions.
Since then, Turkish forces have retaliated with artillery swiftly after more than a dozen cross-border artillery strikes believed to have been carried out by the Syrian military.
Once-cozy relations between Syria and Turkey have all but collapsed since the Syrian uprising began last year. Turkey is officially hosting more than 111,000 refugees, but the Turkish government says tens of thousands of unofficial refugees also live in Turkish cities and towns near the Syrian border.
Meanwhile, Damascus has repeatedly accused its former ally of meddling in internal Syrian affairs by funding and arming the Syrian opposition, as well as providing sanctuary and medical care to Syrian rebels.
Sumber: cnn.com
sewa peralatan sejak Juli hingga Oktober 2012.
Direktur CV Laboratorium Graha Spesialis (LGS) Caryadi Wijaya sebagai pengelola laboratorium, di Bengkulu, Rabu, mengatakan pelayanan akan terhenti pada Kamis (22/11) jika tidak ada niat baik dari manajemen rumah sakit untuk melakukan pembayaran jasa mereka.
“Kami memverifikasi sekitar Rp800 juta yang belum dibayar manajemen RSUD M Yunus, untuk pembayaran jasa pelayanan kami sejak Juli hingga Oktober 2012,” katanya kepada wartawan di Bengkulu.
Caryadi yang menerima wartawan di laboratorium RSUD M Yunus mengatakan sudah menempelkan papan pengumuman tentang penghentian sementara pelayanan jasa laboratorium.
Pengumuman penghentian sementara pelayanan bagi para pasien tersebut ditempel di samping pintu laboratorium.
“Kalau tidak ada niat baik dari manajemen untuk melakukan pembayaran maka besok Kamis (22/11) mulai pukul 10.00 WIB, pelayanan akan kami hentikan,” katanya.
Laboratorium itu memiliki fungsi sangat vital bagi pelayanan di rumah sakit tersebut.
Identifikasi penyakit para pasien baru diketahui setelah hasil pemeriksaan di laboratorium.
Caryadi mengatakan dalam perjanjian dengan RSUD M Yunus, pemasukan dari laboratorium rumah sakit sebesar 65 persen untuk pihaknya dan 35 persen untuk rumah sakit.
“Kalau dihitung secara kasar mencapai Rp1 miliar, yang sudah diverifikasi mencapai Rp800 juta,” tambahnya.
Sementara itu direksi RSUD M Yunus tidak dapat dimintai keterangan sebab sulit ditemui, begitu juga dengan nomor kontak pribadinya tidak dapat dihubungi.
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu Oktoberto mengatakan buruknya manajemen keuangan RSUD M Yunus mulai terungkap satu persatu.
“Permasalah tentang keuangan muncul silih berganti, kami minta agar segera diselesaikan,” katanya.
Ia mendesak direksi RSUD segera membuat perjanjian baru dengan rekanan yakni CV Laboratorium Graha Spesialis itu sehingga pelayanan terhadap pasien tidak terganggu.
Selain itu, ia juga meminta secara khusus kepada pihak rekanan agar tidak menghentikan pelayanan sebab sangat dibutuhkan pasien.
RS Harus Siapkan Diri Jelang Jaminan Kesehatan Semesta
Seluruh jajaran rumah sakit (RS) perlu menyiapkan diri menyongsong era baru pembangunan kesehatan di Tanah Air dengan pemberlakuan
jaminan kesehatan semesta atau universal health coverage (UHC) atau jaminan kesehatan semesta.Demikian disampaikan Menkes RI, Nafsiah Mboi di Jakarta, belum lama ini.
Menurut Menkes, salah satu langkah penting yang perlu diambil adalah mencukupi jumlah tempat tidur RS. Untuk menunjang diberlakukannya UHC, diperlukan minimal 237.167 tempat tidur. Sampai dengan hari ini RS di Indonesia berjumlah 2.068 buah dengan jumlah total 229.612 tempat tidur.
“Bila ditambah dengan tempat tidur di Puskesmas perawatan yang berjumlah lebih dari 30.000 tempat tidur, maka jumlah tersebut sudah melebihi 250.000 tempat tidur. Artinya, secara nasional sudah tercukupi”, ujar Menkes.
Namun, lanjut Menkes, disparitas masih menjadi kendala. RS lebih terkonsentrasi di perkotaan, sehingga masih ada daerah-daerah yang kekurangan tempat tidur, terutama di daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan terluar (DTPK).
“Dalam mengembangkan RS, hendaknya dibahas bersama Pemerintah Daerah agar memperhatikan kepadatan RS di wilayah yang akan dibangun, agar lebih berfokus pada peningkatan akses dan mutu pelayanan bagi masyarakat”, terang Menkes.
Menkes menyatakan, kekurangan jumlah tempat tidur akan dipenuhi Pemerintah secara bertahap dengan meningkatkan kapasitas kelas III RS, menambah jumlah Puskesmas dengan tempat tidur serta membuka RS pratama. RS jenis ini setingkat kelas D dengan pelayanan dokter umum dan disertai lebih kurang 50 tempat tidur.
“Dalam rangka menyambut UHC, yang harus diperkuat adalah primary health care, sehingga layanan kesehatan harus lebih berfokus pada usaha promotif, preventif dan kuratif ringan yang sedekat mungkin dengan pasien. Selain itu, kami juga mengharapkan pihak swasta sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat, turut berkontribusi secara aktif dalam meningkatkan kemampuan dan mutu fasilitas pelayanan kesehatan”, tambah Menkes.
Sementara itu, untuk meningkatkan mutu pelayanan RS, Pemerintah juga mendorong akreditasi RS. Dewasa ini, dari 2.068 RS, baru 1.192 yang telah terakreditasi. Selain itu, dalam hal akreditasi internasional, Pemerintah juga berusaha meningkatkan jumlah RS yang bisa mendapatkan akreditasi internasional.
Sumber: pdpersi.co.id
Sejumlah penghargaan diberikan kepada institusi dan perorangan yang berprestasi di bidang kesehatan pada Hari Kesehatan Nasional atau
HKN ke 48 tahun 2012, di Jakarta, oleh Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi.
Pada kategori institusi, penghargaan itu meliputi Rumah Sakit (RS) yang mengelola dana Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) terbaik, RS Berseri dan Puskesmas yang memberikan pelayanan promotif dan preventif terbaik.
Sedangkan pada kategori perorangan, penghargaan diberikan pada Dosen Politeknik berprestasi, Widyaiswara berprestasi, Tenaga Kesehatan berprestasi serta Tenaga Kefarmasian pengelola obat teladan.
Selain itu, ada pula penghargaan Manggala Karya Bakti Husada, Ksatria Bakti Husada, dan Mitra Bakti Husada.
Penghargaan juga diberikan pada Intitusi Kesehatan Berprestasi, yaitu sembilan RS dengan Pelayanan Jaminan Kesehatan Terbaik yaitu RSU Bari Palembang, RSU Sari Mutiara, Medan, RSU Karya Dharma Husada Buleleng, RSUP dr. Kariadi Semarang, RSUP Fatmawati Jakarta; RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta; Puskesmas Mojoagung Jawa Timur; Puskesmas Bogor Timur, dan Puskesmas Pamenang, Jambi.
Tanda penghargaan MBH diberikan pada tiga perusahaan yang telah membantu pelaksanaan program kesehatan, antara lain: PT. Asia Dwi Mitra, PT. Chang Shin Indonesiadan PT. Epson Batam, Koizumi Kazuhiko.
Selanjutnya, penghargaan Tenaga Kesehatan Berprestasi diberikan kepada Kepala Departemen Radioterapi RS Cipto Mangunkusumo, Departemen Radioterapi RS Cipto Mangunkusumo, Prof. Dr. dr. Soehartati G, Sp. Rad (K) Onk. Rad, dan Kepala Unit Pelayanan Terpadu HIV/AIDS, RS Cipto Mangunkusumo, Prof. dr. Zubairi Djoerban, Sp. PD-KHOM.
Sumber: pdpersi.co.id
Jakarta, Ketua Tim Konstruksi Rumah Sakit Indonesia di Palestina Faried Thalib mengatakan pembangunan konstruksi sudah 100 persen dan
diperkirakan pembangunan selesai akhir 2013.
“Konstruksi bangunan sama dengan di Indonesia. Kami menargetkan pembangunan rumah sakit bisa selesai akhir 2013 atau awal 2014,” kata Faried Thalib saat jumpa pers di Jakarta, Senin.
Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina merupakan prakarsa Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) bekerja sama dengan Pemerintah Palestina.
Pada Rabu (14/11) lalu, Israel menembakkan roket yang menewaskan seorang pemimpin Hamas. Lokasi ledakan roket itu hanya berjarak 100 meter dari Rumah Sakit itu.
“Pasca kejadian itu, para pekerja warga negara Indonesia relawan MER-C berlindung di dalam basement yang baru selesai 50 persen,” katanya.
Saat ini, para pekerja sudah kembali melanjutkan pengerjaan bangunan rumah sakit menggunakan sisa-sisa material yang ada.
Para pekerja kesulitan untuk mendapatkan barang-barang material baru karena eskalasi pertempuran di Gaza yang semakin meningkat.
“Saat ini rumah sakit memang belum bisa difungsikan karena baru konstruksi bangunan yang sudah selesai. Kami menargetkan 1,5 tahun lagi baru Rumah Sakit Indonesia bisa difungsikan,” jelasnya.
Faried menjelaskan, setelah pembangunan rumah sakit selesai, alat-alat kesehatan akan diadakan oleh MER-C dari dana yang diamanatkan kepada lembaga itu.
“Sedangkan tenaga medisnya akan gabungan dari Indonesia dan Palestina,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi serangan roket Israel, Faried mengatakan sudah berusaha menutup rumah sakit tersebut supaya tidak ada yang meluncurkan roket dari lokasi tersebut yang bisa memicu serangan balasan.
“Hanya saja lokasi rumah sakit memang berdekatan dengan kamp pejuang Palestina. Tetapi para relawan sudah berusaha menjaga agar tidak ada roket yang meluncur dari lokasi rumah sakit,” katanya.
Sumber: antaranews.com