скачать gta san andreas торрент

Pengelolaan Pekerjaan Konsultan Manajemen Kesehatan Tahap 2 Minggu 1

sand-timer-iconMinggu 1:

hari Sabtu 22 Juni pukul 10.00 – 11.30 WIB. 

Jadual Tahap 2a:

  WAG Besar WAG-WAG spesifik
Minggu 1:  Sabtu 22 Juni 2019 Kegiatan Bersama untuk memulai Pelatihan
Tahapan 2a: Memulai kegiatan untuk mendapatkan proyek konsultasi
Minggu 2: Tanggal sesuai dengan fasilitator   Membahas pendekatan dan rencana pemasaran
Minggu 3: Kamis  4 Juli 2019 Memulai penulisan untuk pemasaran
Minggu 4: Tanggal sesuai dengan fasilitator   Membahas Kerangka Konsep (Pakem)
Tahapan 2a berakhir

Icon-pengantar Deskripsi:

Pelatihan Tahap 2 dimulai setelah para peserta di Tahap 1 mempunyai gambaran mengenai kompetensi diri sebagai konsultan dan potensi klien. Pertemuan 1 di Tahap 2 ini berusaha untuk memperdalam pemahaman mengenai potensi adanya pekerjaan konsultan.  Sebagaimana di bahas pada Tahap 1, pekerjaan konsultan manajemen bukan sebuah hal yang diperintahkan oleh Undang-undang atau peraturan pemerintah. Konsultan adalah pekerjaan yang berbasis pada hukum ekonomi: ada pembeli jasa konsultasi (demand) dan penjual jasa konsultasi (supply).  Dalam konteks pembeli, ada pihak yang membelikan konsultan untuk kepentingan lembaga atau masyarakat, dan ada pembeli yang mengeluarkan dana dari kas organisasinya.  Dengan pemahaman ini diharapkan semakin disadari perlunya ketrampilan untuk mendapatkan klien secara sistematis. Pertemuan Minggu 1 akan  membahas hal ini sebagai landasan untuk pertemuan Minggu 2.

Icon-tujuan Tujuan pertemuan:

  1. Membahas struktur dan jadual pelatihan
  2. Membahas pembagian kelompok kecil dan fasilitator yang akan membantu dalam konteks need (kebutuhan) dan demand (permintaan) terhadap konsultan.
  3. Membuat pengelompokan proyek: Peserta mana yang sudah mempunyai proyek konsultasi dan peserta mana yang belum. 

 

Icon-Modul Persiapan

  1. Harap anda cermati Pengantar Pelatihan di Website. Apakah sudah benar pengelompokan anda. Cocokan dengan Tugas di Tahap 1.
  2. Melihat kembali materi pelatihan di Tahap 1 untuk memahami demand (permintaan) untuk konsultan manajemen kesehatan di Indonesia. Cara paling mudah adalah dengan menggunakan metafora gunung es.
  3. Apakah anda sudah mempunyai Proyek atau belum?.

 

Icon-peserta Kegiatan Tatap  Muka

Pembahasan 1: Membahas pengelompokan dan mengapa ada pengelompokan. 

Pembahasan 2: Need and demand

Kebutuhan (need) akan konsultasi manajemen kelembagaan dan program dapat digambarkan sebagai gunung es. Hanya sedikit (puncaknya) yang terlihat sebagai demand atau permintaan untuk mencari atau membayar konsultan untuk mengatasi masalah yang dihadapi lembaga.

minggu1-gambar-1 

Jawaban Pertanyaan 1:

  • Walaupun mempunyai dana, lembaga tidak menyadari kebutuhan konsultan
  • Lembaga menyadari kebutuhan konsultan, tapi tidak mempunyai dana untuk membayar konsultan.
  • Ada situasi yang unik: lembaga mempunyai dana dan menyadari perlunya konsultan, namun tidak ada konsultan yang mampu menangani kebutuhan ini.

Jawaban Pertanyaan 2:

  • Mengembangkan pemahaman mengenai manfaat konsultan;
  • Konsultan secara aktif menawarkan diri untuk mengerjakan konsultasi;
  • Adanya pihak ketiga yang memberikan pendanaan untuk pekerjaan konsultasi: Pemerintah pusat/daerah, Badan-badan Internasional seperti Bank Dunia, USAID, Melinda and Gates Foundation, PT SMI

Akan dibahas di Pertemuan Minggu depan (WAG-WAG spesifik) 

minggu1-gambar-2

 

 

  1. Memetakan kegiatan konsultasi yang sudah terjadi di Indonesia pada topic masing-masing di wilayah geografis masing-masing.
    • Contoh Proyek membangun RS dengan konsultan perencana RS yang biasanya arsitek.
    • Proyek menyusun renstra
    • Menyusun IT RS.

    Bahan diskusi:

    1. Siapa yang menentukan jadi atau tidaknya proyek konsultasi.
    2. Dari mana dananya. Apakah dari pihak ketiga?
    3. Apa saja ciri tawaran konsultan dari pemerintah?
    4. Apa saja sifat-sifat pekerjaan konsultan yang berasal dari dana asing? Misal Bank Dunia, USAID, dll.

     

  2. Memetakan kegiatan konsultasi yang belum terjadi namun potensial dikembangkan.

    Uraikan dengan detil termasuk calon jumlah klien potensial. 

     

    Pembahasan 3: Mencocokkan demand dengan kompetensi konsultan yang dikelompokkan dan ketersediaannya.

    Kasus: Pendirian RS dengan studi kelayakan: Sebuah kebutuhan yang memerlukan kerjasama antar konsultan.

    Kerangka Konsep: Sistem manajemen RS dapat digambarkan dengan konsep berdasarkan Rantai Nilai sebagai berikut:

    minggu1-gambar-3

    Pertanyaan penting adalah:

    1. Siapa saja Konsultan yang dibutuhkan dalam pembangunan sebuah RS dengan studi kelayakan yang baik?
    2. Di dalam RS sendiri siapa saja kelompok SDM yang menjadi klien? Secara kedudukan dan tugas SDM RS dapat dikelompokkan menjadi:
      1. Pemilik (Dewan Komisaris, Dewan Pengawas)
      2. Direksi
      3. Manajer-manajer unit-unit pelayanan dan pendukung
      4. Manajer-manajer operasional di unit-unit pelayanan dan pendukung.

     

    Keahlian apa yang dibutuhkan dan siapa yang menjadi mitra konsultan.

     

    Pertanyaan kritis:

    Siapakah mitra konsultan perencana stratejik? Direktur Utama, atau Kepala Bidang Perencanaan RS?

     

    Bagaimana perilaku eksekutif RS?

    Kemungkinan Sikap:

    Dalam konteks mempunyai/mampu menyediakan anggaran untuk konsultan

    • Merasa Tidak butuh dan tidak menghargai konsultan
    • Merasa tidak butuh, tapi menghargai pekerjaan konsultan
    • Membutuhkan tapi tidak menyukai konsultan
    • Membutuhkan dan menghargai konsultan

    Dalam konteks tidak mempunyai/tidak mampu menyediakan anggaran untuk konsultan

    • Merasa Tidak butuh dan tidak menghargai konsultan
    • Merasa tidak butuh, menghargai pekerjaan konsultan
    • Membutuhkan tapi tidak menyukai konsultan
    • Membutuhkan dan menghargai konsultan

    Akan dibahas di tatap muka.