Thursday, Apr 24, 2014
Login

Pertemuan III. Laporan Keuangan dan Siklus Akuntansi (Sesi 1)

Fasilitator:

  1. DR. Anastasia Susty Ambarriani., Akt., MSc
  2. Yos Hendra SE., MM., Akt
  3. Barkah Wahyu Prasetyo SE., Akt

Tujuan Pembelajaran:

  1. Peserta memahami tentang konsep dasar persamaan akuntansi
  2. Peserta memahami tentang siklus akuntansi
  3. Peserta dapat melakukan proses akuntansi

ELEMEN LAPORAN KEUANGAN

Informasi keuangan dalam laporan keuangan diklasifikasikan menjadi 3 elemen, yaitu aset, kewajiban dan ekuitas.  Elemen-elemen laporan keuangan tersebut membentuk suatu persamaan, yang disebut sebagai persamaan dasar akuntansi. Persamaan dasar akuntansi dapat digambarkan sebagai berikut:

Aset adalah sumber daya yang dikuasai oleh rumah sakit sebagai akibat peristiwa masa lalu yang diharapkan akan memberikan manfaat di masa yang akan datang bagi rumah sakit. Contoh aset pada rumah sakit adalah Kas, Persediaan barang farmasi, Peralatan medis dan non medis, Tanah, Gedung, Biaya yang dibayar di muka.

Kewajiban adalah hutang yang ada pada rumah sakit saat ini, yang ditimbulkan karena adanya peristiwa di masa lalu. Hutang ini menimbulkan kewajiban bagi rumah sakit untuk melakukan pembayaran di masa yang akan datang. Hutang mempunyai akibat keluarnya arus aset dari rumah sakit, baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang, oleh karena itu kewajiban diklasifikasikan menjadi kewajiban jangka pendek dan kewajiban jangka panjang. Contoh Kewajiban adalah: Hutang usaha, Hutang Gaji, Hutang pajak, Pendapatan yang diterima di muka.

Ekuitas adalah merupakan sumber perolehan dana yang berasal dari donatur dan dari hasil operasional rumah sakit. Ekuitas juga merupakan selisih antara aset dan kewajiban. Contoh Ekuitas pada rumah sakit adalah Ekuitas awal, donasi dan surplus tahun yang lalu.

PROSES AKUNTANSI

Proses akuntansi merupakan suatu proses untuk mengidentifikasi, mencatat dan melaporkan peristiwa-peristiwa ekonomi di dalam organisasi/ rumah sakit. Proses akuntansi menggunakan dasar pencatatan ganda, atau yang sering disebut sebagai double entry system, dalam sistem ini, jumlah yang didebet harus sama dengan jumlah yang dikredit. Proses akuntansi dimulai pengidentifikasian akun. Akun merupakan catatan akuntansi individual atas bertambahnya atau berkurangnya aset, kewajiban atau ekuitas tertentu. Setiap akun harus mempunyai: (1) nama akun, (2) sisi kiri atau sisi debet dan (3) sisi kanan atau sisi kredit. Bentuk akun yang paling sederhana menyerupai huruf T, Jika jumlah sisi debet melebihi sisi kredit, maka akun tersebut memiliki saldo debet, dan jika sebaliknya, maka akun tersebut memiliki sisi kredit. Setiap klasifikasi akun mempunyai saldo normal, apakah saldo debet atau saldo kredit. Sebagai contoh akun kas mempunyai saldo normal di sisi debet, sedangkan akun hutang mempunyai saldo normal di sisi kredit.

Proses akuntansi siklus akuntansi. Siklus akuntansi terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Analisis setiap transaksi dan pengaruhnya terhadap akun
  2. Mencatat setiap transaksi ke dalam jurnal
  3. Memindahkan informasi dari jurnal ke dalam buku besar
  4. Menyusun daftar saldo
  5. Membuat jurnal penyesuaian dan  koreksi bila diperlukan, serta membuat jurnal penutup
  6. Menyusun Laporan keuangan yang terdiri dari neraca, laporan operasi dan laporan arus kas

Langkah-langkah dalam proses akuntansi tersebut membentuk suatu siklus yang bisa digambarkan sebagai berikut:

ANALISIS TRANSAKSI

Sebelum melakukan proses pencatatan, dilakukan analisis transkasi. Peristiwa yang terjadi di rumah sakit, disebut sebagai transaksi, jika peristiwa tersebut mengubah posisi keuangan rumah sakit (aset, kewajiban dan ekuitas). Di dalam melakukan analisis transaksi perlu diidentifikasi pasangan akun manakah yang terpengaruh oleh peristiwa tersebut. Contoh transaksi pada rumah sakit adalah sebagai berikut:

- Pada tanggal 5 Oktober terjadi pembelian barang farmasi senilai Rp 10.000.000. secara tunai, maka akun yang akan terpengaruh dari adanya peristiwa tersebut adalah adalah akun kas dan persediaan barang farmasi, yaitu berkurangnya akun kas rumah sakit dan bertambahnya akun persediaan barang farmasi. Setiap kali terjadi transaksi, pasangan akun akan bertambah dan berkurang secara seimbang. Dalam contoh di atas, akun yang bertambah adalah akun persediaan barang farmasi sebesar Rp 10.000.000 dan harus diimbangi dengan berkurangnya akun lain sebesar Rp 10.000.000, dalam hal ini akun yang berkurang adalah kas.

JURNAL

Setelah dilakukan analisis transaksi dan diidentifikasi akun-akun yang terpengaruh dari peristiwa tersebut, langkah selanjutnya adalah mencatat transaksi tersebut ke dalam jurnal. Manfaat penjurnal dalam proses akuntansi adalah:

  1. Menunjukkan dampak suatu transaksi secara lengkap dalam satu tempat
  2. Menunjukkan kronologis pencatatan transaksi
  3. Membantu mencegah sedini mungkin terjadinya kesalahan pencatatan, sebab jumlah debet dan kredit pada setiap pencatatan dapat secara mudah diperbandingkan

TEHNIK PENJURNALAN

Dalam proses penjurnalan setiap transaksi harus dicatat dalam jurnal yang terpisah. Jurnal yang lengkap berisi informasi tentang:

  1. Tanggal transaksi
  2. Nama akun dan jumlahnya yang harus didebet dan dikredit
  3. Keterangan singkat atas transaksi tersebut
  4. Pendebetan dicatat di sisi kanan dan pengkreditan dicatat pada sisi kiri

Proses penjurnalan dilakukan dengan menggunakan format jurnal yang dapat menginformasikan secara jelas transaksi yang terjadi dan perlu dicatat. Secara tehnis, penjurnalan dilakukan sebagai berikut:

  1. Tanggal transaksi dimasukkan dalam kolom tanggal
  2. Nama akun yang didebet harus ditulis merapat di sebelah kiri di kolom Nama Akun dan keterangan, sedangkan nama akun yang dikredit ditulis agak menjorok ke kanan
  3. Jumlah yang harus didebet dimasukkan ke dalam kolom debet, sedangkan jumlah yang harus dikredit dimasukkan dalam kolom kredit.
  4. Berikan penjelasan singkat untuk setiap transaksi
  5. Berikan jarak antar jurnal. Jarak ini akan memisahkan setiap jurnal dan memudahkan untuk membaca jurnal
  6. Kolom referensi (ref) dibiarkan kosong pada saat membuat jurnal. Kolom ini baru diisi ketika dilakukan posting, yaitu pemindahan akun dari buku jurnal ke buku besar
  7. Jurnal yang hanya terdiri dari 2 akun, yaitu 1 akun debet dan 1 akun kredit disebut sebagai jurnal sederhana.

Contoh format jurnal:

  1. Tanggal 5 Oktober terjadi pembelian barang farmasi secara tunai sebesar Rp 500.000
  2. Tanggal 7 Oktober mencatat pendapatan dari pasien umum, berdasarkan formulir kuitansi yang diperoleh dari kasir, dengan perincian: biaya pendaftaran Rp 5.000, Biaya pemeriksaan dan tindakan Rp 15.000 dan biaya obat Rp 60.000 (harga pokok obat Rp 50.000)

POSTING KE BUKU BESAR

Langkah berikutnya setelah dilakukan penjurnalan adalah melakukan posting ke buku besar. Posting ke buku besar maksudnya adalah pemindahan akun yang dicatat dalam buku jurnal ke dalam buku besar. Dalam proses akuntansi, tahap ini merupakan tahap untuk mengakumulasikan transaksi-transaksi yang telah dicatat di dalam jurnal ke dalam akun individual. Langkah-langkah yang dilakukan dalam proses posting adalah sebagai berikut:

  1. Masukkan  tanggal posting, jumlah yang didebet dan yang dikredit di dalam jurnal dan ke dalam kolom-kolom yang sesuai di dalam buku besar
  2. Di dalam kolom referensi pada jurnal, masukkan nomor akun buku besar

Ilustrasi berikut ini menggambarkan proses posting dari jurnal ke buku besar:

DAFTAR SALDO/ NERACA SALDO

Setelah jurnal di posting ke akun individual, yaitu buku besar, maka pada akhir periode disusun daftar saldo atau sering disebut dengan neraca saldo (trial balance). Daftar saldo atau neraca saldo ini disusun berdasarkan saldo akhir yang terdapat dalam setiap akun individual atau buku besar. Saldo-saldo debet dalam buku besar dipindahkan  ke dalam sisi kiri (debet) pada neraca saldo, sedangkan saldo-saldo kredit dalam buku besar dipindahkan ke dalam sisi kanan (kredit) pada neraca saldo. Tujuan utama membuat daftar saldo adalah untuk memastikan bahwa sisi debet dalam neraca saldo tersebut jumlahnya sama dengan sisi kredit. Jika saldo pada sisi debet dalam neraca saldo tidak sama dengan jumlah pada sisi kreditnya, rumah sakit dapat segera mencari tahu penyebabnya dengan menelusuri pada pencatatan transaksi pada jurnal atau buku besar.

Contoh sederhana daftar saldo adalah sebagai berikut

RUMAH SAKIT “HARAPAN SEHAT”

DAFTAR SALDO

31 OKTOBER 2011

NAMA AKUN DEBET KREDIT
Kas Rp      430.000
Piutang Pelayanan 50.000
Persediaan barang farmasi 450.000
Peralatan rumah tangga 185.000
Hutang usaha Rp    100.000
Hutang Gaji 50.000
Pendapatan diterima di muka 100.000
Ekuitas 800.000
Surplus tahun lalu 50.000
Pendapatan pendaftaran 5.000
Pendapatan pelayanan 15.000
Pendapatan apotik 60.000
Beban obat 50.000
Beban bahan habis pakai 15.000
Total Rp 1.180.000 Rp 1.180.000

PENYESUAIAN

Melalui proses akuntansi, kita berharap mengetahui bagaimana hasil operasi yang dilakukan oleh suatu organisasi/ rumah sakit. Hasil operasi secara sederhana dapat diperoleh dari besarnya pendapatan dikurangi besarnya biaya yang telah dikeluarkan. Meskipun demikian, pada kenyataannya tidaklah sesederhana itu. Salah satu manfaat dari adanya proses akuntansi adalah pengukuran kinerja. Supaya pengukuran kinerja dapat mencerminkan aktivitas yang sesungguhnya maka, hal penting yang harus diperhatikan adalah periode waktu (timing) dan dasar pencatatan.

Periode waktu menggambarkan pelaporan keuangan suatu organisasi/ rumah sakit harus mempunyai batasan waktu, batasan yang sering digunakan dalam akuntansi adalah periode satu bulan, satu kwartal dan satu tahun. Periode akuntansi satu tahun disebut sebagai tahun fiskal.

Batasan waktu menyebabkan perlunya penyesuaian dalam proses akuntansi. Penyesuaian dilakukan setelah daftar saldo (neraca saldo) disusun. Penyesuaian dilakukan melalui pencatatan dalam jurnal penyesuaian. Hal-hal yang menyebabkan perlunya penyesuaian antara lain:

  1. Beberapa transaksi ekonomi tidak mungkin dicatat harian, karena pertimbangan efisiensi. Contohnya adalah Bahan habis pakai di rumah sakit, yang setiap hari dipakai dalam jumlah kecil-kecil, maka akan tidak efisien jika dicatat setiap hari. Contoh yang lain adalah pengakuan penyusustan (depresiasi), pada umumnya akan dilakukan sekali dalam satu periode waktu.
  2. Beberapa biaya tidak dicatat dalam periode waktu tertentu, karena biaya tersebut berkaitan dengan berlalunya waktu dan bukan merupakan akibat dari pemakaian sumber daya sehari-hari. Contohnya adalah Biaya sewa dan biaya asuransi
  3. Beberapa transaksi belum dicatat. Contohnya adalah pemakaian biaya listrik dalam satu  bulan tertentu, belum tercatat, karena tagihan baru diketahui beberapa hari pada bulan berikutnya.

Prinsip akuntansi mencatat pendapatan dan biaya pada periode yang benar. Pendapatan dan biaya harus diakui dan dicatat pada periode terjadinya atau berbasis akrual (accrual basis). Pada cash basis, pendapatan dicatat pada saat kas diterima dan beban atau biaya dicatat pada saat kas dikeluarkan. Cash basis tidak digunakan dalam prinsip akuntansi, karena dapat menyebabkan terjadinya pelaporan keuangan yang menyesatkan. Prinsip akuntansi menggunakan prinsip matching, yaitu beban harus dipertandingkan dengan pendapatan pada periode yang benar.

JURNAL PENYESUAIAN

Jurnal penyesuaian dibuat untuk memastikan hwa prinsip pengakuan pendapatan dan biaya telah dicatat berdasarkan prinsip matching. Jurnal penyesuaian dibuat pada saat melakukan penyususnan laporan keuangan. Jurnal penyesuaian dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu:

1. Deferrals

  • prepaid expenses – Beban/biaya telah dibayar tunai dan dicatat sebagai aset sebelum digunakan atau dikonsumsi
  • Unearned Revenue- Kas telah diterima dan dicatat sebagai hutang (kewajiban) sebelum pendapatan diperoleh

2. Accruals

  • Accrued RevenuesPendapatan telah diperoleh tetapi kas belum diterima atau belum dilakukan pencatatan
  • Accrual ExpensesBeban telah terjadi tetapi kas belum dibayarkan atau belum dilakukan pencatatan

PREPAID EXPENSES (BEBAN DIBAYAR DI MUKA)

Beban dibayar di muka adalah beban atau biaya yang telah dibayar dan dicatat sebagai aset sebelum digunakan atau dikonsumsi. Beban ini habis dengan berlalunya waktu atau melalui pemakaian. Contoh beban dibayar di muka adalah supplies (bahan habis pakai), asuransi dan depresiasi.

Contoh:

Bahan Habis Pakai

Tanggal 5 Oktober rumah sakit membeli bahan habis pakai secara kredit seharga Rp 2.500.000. Bahan habis pakai ini diperkirakan akan habis dalam waktu 3 bulan

Tanggal 31 Oktober Bahan habis pakai yang tersisa senilai Rp 1.000.000

Jurnal yang diperlukan untuk mencatat transaksi di atas adalah:

Tanggal Jurnal
5 Okt Transaksi Bahan Habis Pakai                               Rp 2.500.000

Hutang Usaha                                                                  2.500.000

31 Okt Penyesuaian Beban/Biaya Bahan Habis Pakai       Rp 1.500.000

Bahan habis Pakai                                                          1.500.000

Asuransi

Tanggal 5 Oktober Membayar polis asuransi sebesar Rp 600.000, akan jatuh tempo pada tanggal 30 September tahun yang akan datang

Jurnal yang diperlukan untuk mencatat transaksi di atas adalah:

Tanggal Jurnal
5 Okt Transaksi Asuransi Dibayar Di muka                       Rp 600.000

Kas                                                                                             600.000

31 Okt Penyesuaian Beban asuransi                                                 Rp    50.000

Asuransi Dibayar di muka                                                      50.000

Depresiasi Aset Tetap

Depresiasi atau penyusutan adalah alokasi biaya perolehan (cost) suatu aset untuk dibebankan selama umur ekonomis aset tersebut dengan cara yang rasional dan sistematik. Depresiasi merupakan estimasi dan bukan ukuran faktual atas cost yg telah expired

Tanggal 1 Oktober rumah sakit membeli peralatan kantor seharga Rp 5.000.000 secara kredit dengan umur ekonomis 5 tahun

Tanggal Jurnal
5 Okt Transaksi Peralatan Kantor                                          Rp 5.000.000

Hutang Usaha                                                                  5.000.000

31 Okt Penyesuaian Biaya Depresiasi                                              Rp 1.000.000

Akumulasi Depresiasi                                                     1.000.000

UNEARNED REVENUE (PENDAPATAN DITERIMA DI MUKA)

Pendapatan diterima di muka merupakan pendapatan yang telah diterima dan dicatat sebagai kewajiban rumah sakit sebelum pendapatan tersebut terealisasi. Pendapatan diterima di muka akan direalisasikan melalui pemberian jasa pelayanan.

Contoh:

Tanggal 5 Oktober , rumah sakit menerima dana jamkesmas sebesar Rp 1.000.000

Tanggal 31 Oktober, Berdasarkan analisis yang dilakukan pendapatan yang terealisasi adalah Rp

500.000

Tanggal Jurnal
5 Okt Transaksi Kas                                                           Rp 1.000.000

Pendapatan diterima di muka                                       Rp 1.000.000

31 Okt Penyesuaian Pendapatan diterima di muka           Rp      500.000

Pendapatan Pelayanan                                                              500.000

ACCRUED REVENUE

Accrued Revenue dapat terjadi karena jasa/ pelayanan  telah diberikan kepada pelanggan/ pasien, tetapi belum dibayar oleh pelanggan/ pasien tersebut.

Tanggal 31 Oktober rumah sakit melakukan tagihan kepada pasien sebesar atas pelayanan sebesar Rp 100.000, tetapi pasien akan membayar bulan depan, maka perlu dibuat jurnal penyesuaian pada akhir periode sebagai berikut:

Tanggal Jurnal
31 Okt Penyesuaian Piutang usaha                                      Rp      100.000

Pendapatan Pelayanan                                                   100.000

ACRRUED EXPENSE

Accrued expense bisa terjadi karena biaya telah terjadi, tetapi belum dibayar

Contoh: pada tanggal 31 Oktober , rumah sakit mempunyai kewajiban untuk membayar gaji karyawan sebesar Rp 250.000, tetapi baru akan dibayarkan pada tanggal 5 November. Maka pada tanggal 31 Oktober harus dibuat jurnal penyesuaian sebagai berikut:

Tanggal Jurnal
31 Okt Penyesuaian Beban Gaji                                          Rp      250.000

Hutang Gaji                                                                    250.000

PENYELESAIAN DALAM SIKLUS AKUNTANSI

Setalah dilakukan penyesuaian-penyesuaian pada neraca saldo, maka proses akuntansi harus diselesaikan. Ada beberapa komponen yang diperlukan dalam proses penyelesaian proses akuntansi sebelum siap meyajikan laporan keuangan. Komponen-komponen tersebut adalah:

  1. Kertas Kerja (Worksheet)
  2. Jurnal Penutup
  3. Jurnal Koreksi
  4. Jurnal Pembalik

KERTAS KERJA/ WORKSHEET

Kertas kerja adalah alat kerja akuntan yang digunakan dalam proses pembuatan jurnal penyesuaian dan laporan keuangan. Kertas kerja bukan merupakan catatan akuntansi permanen. Langkah-langkah dalam membuat kertas kerja adalah sebagi berikut:

  1. Membuat daftar saldo (neraca saldo), yang diambil dari setiap akin individu dalam buku besar
  2. Membuat penyesuaian dalam kolom penyesuaian
  3. Membuat daftar saldo setelah penyesuaian
  4. Menggolongkan akun-akun ke dalam akun neraca dan akun operasi
  5. Menyusun laporan keuangan (laporan operasi, neraca dan arus kas)

JURNAL PENUTUP

Pada akhir periode akuntansi, akun-akun organisasi akan siap memasuki periode akuntansi berikutnya, maka organisasi/ rumah sakit perlu melakukan penutupan buku. Dalam proses penutupan buku, akun-akun perlu dibedakan menjadi akun temporer dan akun permanen.

Akun temporer adalah akun yang berkaitan dengan satu periode akuntansi saja. Akun temporer meliputi akun-akun yang terdapat pada laporan operasi (dalam perusahaan yg berorientasi pada laba, disebut sebagai laporan rugi laba). Karena akun-akun ini merupakan akun temporer, maka akun-akun ini harus ditutup pada setiap akhir periode akuntansi.

Akun permanen merupakan akun-akun yang berkaitan dengan satu periode akuntansi atau lebih. Akun permanen meliputi akun-akun yang terdapat pada laporan posisi keuangan atau neraca. Karena merupakan akun permanen, maka akun-akun ini tidak ditutup.

Untuk melakukan penutupan akun temporer, maka akun-akun ini dipindahkan ke dalam neraca dan akan menjadi akun permanen melalui jurnal penutup. Jurnal penutup akan menyebabkan akun temporer menjadi bersaldo NOL. Dalam membuat jurnal penutup, digunakan akun pembantu yang disebut sebagai ikhtisar defisit/surplus (ikhtisar rugi/laba). Contoh jurnal penutup adalah sebagai berikut:

  1. Menutup Akun Pendapatan dan Biaya
Tanggal Nama Akun Debet Kredit
31 Okt Pendapatan pelayanan

Iktisar S/D

Rp 10.600.000

-

-

Rp 10.600.000

31 Okt Iktisar S/D

Biaya obat

Biaya habis pakai

Biaya depresiasi

Biaya gaji

Biaya sewa

Biaya bunga

Rp   7.740.000

-

Rp 1.500.000

40.000

50.000

5.200.000

900.000

50.000

  1. Menutup akun pembantu (Ikhtisar S/D) ke akun Permanen
Tanggal Nama Akun Debet Kredit
31 Okt Ikhtisar S/D

Surplus tahun berjalan

Rp 2.860.000

-

-

Rp 2.860.000

Jurnal penutup juga harus diposting ke buku besar

JURNAL PEMBALIK/JURNAL REVERSI

Setelah penyusunan laporan keuangan dan penutupan buku, rumah sakit dapat memilih untuk mebalik beberapa jurnal penyesuaian sebelum melakukan pencatatan jurnal transaksi pada periode berikutnya. Jurnal pembalik adalah optional bagi rumah sakit. Jurnal pembalik dibuat pada awal periode akuntansi dan merupakan lawan dari jurnal penyesuaian yang telah dibuat pada periode sebelumnya. Jurnal pembalik tidak mengubah jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan, tetapi dibuat untuk memudahkan pencatatan transaksi pada periode berikutnya.

LATIHAN

Berikut Transaksi yang terjadi pada Rumah Sakit “Segar Bugar” selama Bulan Januari 2012

Tanggal Transaksi
1 Rumah sakit menerima dana dari pemerintah berupa kas yang ditransfer ke bank sebesar Rp. 2.000.000.000,00 untuk operasional awal tahun.
2 Menerima pendapatan atas pelayanan medis kepada pasien sebesar Rp 100.000.000,00
4 Membayar gaji karyawan sebesar Rp. 200.000.000,00
5 Membeli perlengkapan/ persediaan non medis seharga Rp.10.500.000,00 baru dibayar tunai Rp.7.000.000,00
6 Menerima pemnbayaran pasien rawat inap status umum, total tarif perawatan Rp.1.250.000,00 baru diterima pelunasannya Rp.1.100.000,00
7 Dibayar outsourcing cleaning service untuk 1 tahun ke depan senilai Rp.240.000.000,00
11 Diterima pelusanan atas pelayanan pasien berjaminan yang diberikan bulan desember 2010 sebesar Rp 3.000.000,00 oleh penjamin A
13 Dibayar beban listrik, air dan telepon bulan Januari 2011 Rp 350.000.000,00
14 Diterima pendapatan atas jasa pelayanan medis kepada pasien senilai Rp 200.000.000,00
16 Dibeli peralatan medis seharga Rp 400.000.000,00 secara kredit selama 1 tahun
18 Dibeli Obat-obatan Rp.15.000.000,00 secara tunai
20 Diterima pelunasan pasien tanggal 6 januari sebesar sisa yang belum dibayarkan
25 Dibayar sebagian utang atas transaksi tanggal 16 Januari 2011 sebesar Rp150.000.000,00
31 Diketahui Obat-obatan yang tersisa tanggal 31 Januari 2011 sebanyak Rp 85.000.000,00
31 Diketahui perlengkapan/ persediaan non medis tersisa tanggal 31 januari 2011 sebanyak Rp 50.000.000,00

Rumah Sakit “Segar Bugar”

Neraca

Per 31 Desember 2010

ASET :

Kas

Piutang

Persediaan Obat

Persediaan Non Medis

Tanah

Kendaraan

Alat Medis

Gedung dan Bangunan

Akum. Peny. Aset Tetap

-

12.000.000

150.000.000

100.000.000

90.000.000

1.000.000.000

200.000.000

1.000.000.000

2.500.000.000

(320.000.000)

KEWAJIBAN :

Hutang Jangka Pendek

Hutang Jangka Panjang

EKUITAS :

Modal -Pemerintah

-

0

0

-

4.732.000.000

Total Aset 4.732.000.000 Total Kewajiban+Modal 4.732.000.000

Penyesuaian yang dilakukan di akhir bulan Januari antara lain:

  1. Biaya outsourcing
  2. Biaya Penyusutan aset (1tahun=12 bulan)

Kendaraan, Umur Ekonomis= 10 tahun, Nilai sisa = 0

Alat Medis, Umur Ekonomis = 5 tahun, Nilai sisa = 0

Gedung dan Bangunan, Umur Ekonomis = 25 tahun, Nilai Sisa = 0

Rumus Biaya Penyusutan = (Nilai Perolehan – Nilai sisa)/ Umur Ekonomis

Permintaan:

  1. Buatlah Jurnal atas transaksi-transaksi di dalam tabel (bisa mempergunakan form persamaan akuntansi)
  2. Buatlah Jurnal Penyesuaian pada tanggal 31 Januari 2011
  3. Buatlah Buku Besar
  4. Buatlah Neraca Saldo Setelah Penyesaian
  5. Buatlah Laporan Operasi
  6. Buatlah Neraca
  7. Buatlah Laporan Arus Kas

DOWNLOAD MATERI (MICROSOFT WORD)

DOWNLOAD MATERI (MICROSOFT POWERPOINT)


Comments are closed.