Wednesday, Aug 27, 2014
Login

RS Pekerja Ditargetkan Beroperasi pada 2013

JAKARTA, PT Jamsostek (Persero) menunjuk konsultan independen untuk pembangunan rumah sakit pekerja yang akan dibangun di Kawasan Berikat Nusantara (KBN), Cakung, Jakarta Timur. Peran konsultan terfokus pada kajian studi kelayakan dan perhitungan pembiayaan.

“Studi kelayakan pembangunan Rumah Sakit Pekerja ini akan rampung sebelum akhir 2012, sehingga diharapkan rumah sakit tersebut bisa beroperasi pada akhir 2013,” kata Elvyn di Jakarta.

Studi kelayakan juga meliputi penentuan tarif pengobatan bagi para pekerja dan masyarakat sekitar rumah sakit tersebut. “Yang pasti tarifnya jauh lebih murah dibanding rumah sakit yang ada,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pendanaan investasi akan diperoleh dari Jamsostek, KBN dan Askes. Sementara PT Pelni akan menjalankan tugas sebagai pengelola rumah sakit. “Porsi pendanaan akan disesuaikan dengan hasil akhir studi kelayakan,” ujarnya. Projek yang akan dibangun di atas lahan seluas 2,5 hektar itu dianggarkan sebesar Rp 200 miliar.

Elvyn mengungkapkan, ide pembangunan RS Pekerja ini berawal dari penandatanganan MoU (nota kesepahaman) antara Kementerian BUMN bersama PT Asuransi Kesehatan (Askes), Rumah Sakit (RS) Pelni, dan PT Kawasan Berikat Nusantara yang disaksikan Menteri BUMN, Dahlan Iskan dua bulan lalu.

Dahlan Iskan mengatakan, usulan pembangunan RS Pekerja tersebut telah mendapat persetujuan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Rencananya, Presiden akan meresmikan pemancangan tiang pertama (ground breaking) RS tersebut.

”Beliau (Presiden) kan basic-nya tentara. Tentara kan punya RS tentara, nah dari situ beliau mengatakan harus ada rumah sakit untuk buruh atau pekerja,” kata Dahlan seraya mengungkapkan bahwa pihaknya telah menunjuk perusahaan jalan tol guna mempermudah akses pada rumah sakit tersebut.

Sementara, Sekjen Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) Timboel Siregar mengatakan, kebutuhan akan pelayanan kesehatan dan manfaatnya yang lebih baik sangat dibutuhkan pekerja beserta keluarganya.

Namun, dia lebih memilih adanya peningkatan pelayanan kesehatan dan manfaatnya berupa ketersediaan obat-obatan dibandingkan dengan keberadaan rumah sakit pekerja.

Bahkan, lanjutnya, dengan perluasan pelayanan melalui kerja sama pengelola jaminan sosial tenaga kerja ke rumah sakit, klinik atau lembaga pelayanan kesehatan lainnya akan sangat bermanfaat.

Sumber: pikiran-rakyat.com


1 Comment


  1. [...] JAKARTA, PT Jamsostek (Persero) menunjuk konsultan independen untuk pembangunan rumah sakit pekerja yang akan dibangun di Kawasan Berikat Nusantara (KBN), Cakung, Jakarta Timur. Selengkapnya [...]

Leave a Reply


8 − = 5