Monday, Nov 24, 2014
Login

PERTEMUAN II: AKUNTANSI DAN BAGAN AKUN

Fasilitator:

  1. DR. Anastasia Susty Ambarriani., Akt., MSc
  2. Yos Hendra SE., MM., Akt
  3. Barkah Wahyu Prasetyo SE., Akt

Tujuan Pembelajaran:

Setelah mengikuti pelatihan pada sesi ini, diharapkan peserta akan mampu untuk:

  1. Menjelaskan tentang Pengertian Akuntansi
  2. Menjelaskan tentang siklus transaksi di rumah Sakit
  3. Menjelaskan berbagai peraturan yang melandasi Pelaporan Keuangan Rumah Sakit
  4. Menjelaskan tentang Jenis-jenis Laporan Keuangan
  5. Menjelaskan tentang pengertian Bagan Akun (Chart of Account) dan tujuannya

AKUNTANSI

Akuntansi sebenarnya merupakan suatu sistem yang terdiri dari tiga aktivitas dasar, yaitu: mengidentifikasi, mencatat dan melaporkan. Yang diidentifiaksi, dicatat dan dilaporkan adalah peristiwa-peristiwa ekonomi dalam organisasi.  Akuntansi tidak hanya diperlukan untuk organisasi bisnis yang berorientasi pada laba, tetapi juga pada organisasi yang tidak berorientasi pada laba. Setiap organisasi yang di dalamnya terdapat peristiwa ekonomi dapat melakukan proses akuntansi.

Rumah sakit merupakan organisasi yang bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan. Organisasi rumah sakit tidak berorientasi pada laba. Meskipun demikian, berbagai peristiwa ekonomi terjadi di rumah sakit setiap hari. Contohnya: setiap hari, rumah sakit menerima pasien yang kemudian diberikan pelayanan kesehatan. Dalam proses pelayanan tersebut, rumah sakit membutuhkan bahan dan peralatan. Bahan dan peralatan merupakan barang ekonomi. Ketika pasien telah diperiksa, pasien seringkali menerima resep dari dokter yang kemudian harus dibeli di apotik rumah sakit, maka di apotik rumah sakit terjadi peristiwa ekonomi, yaitu pasien membeli obat dan apotik menjual obat. Untuk mengetahui berapa pendapatan dan biaya yang dikeluarkan oleh rumah sakit pada setiap periode, maka dibutuhkan proses akuntansi.

Proses akuntansi mengacu pada tiga hal, yaitu:  etika pelaporan keuangan, Standar akuntansi dan Asumsi. Proses akuntansi ditujukan untuk melakukan pelaporan keuangan secara etis dan memperhatikan faktor-faktor etika pelaporan. Proses akuntansi juga dilakukan dengan menggunakan landasan standar akuntansi yang diterima umum. Proses akuntansi juga dilakukan dengan menggunakan asumsi-asumsi. Dua asumsi utama dalam proses akuntansi adalah proses akuntansi hanya dilakukan untuk transaki-transaksi yang dapat dinyatakan dengan istilah-istilah keuangan dan aktivitas entitas dapat dipisahkan dari aktivitas pemilik atau aktivitas-aktivitas di luar entitas.

LAPORAN KEUANGAN

Proses akuntansi bertujuan untuk melakukan pelaporan keuangan, baik kepada pihak internal maupun kepada pihak eksternal. Ada empat jenis laporan keuangan yang harus disajikan kepada pihak eksternal, yaitu Laporan Posisi Keuangan (Neraca), Laporan Rugi Laba, laporan Arus Kas dan laporan Laba ditahan atau Laporan perubahan Ekuitas

Neraca berisi laporan tentang Aset, Kewajiban dan Ekuitas organisasi pada tanggal tertentu. Laporan Rugi Laba merupakan laporan yang menyajikan tentang pendapatan dan biaya-biaya atau beban yang menghasilkan laba bersih atau rugi bersih selama periode waktu tertentu. Laporan Arus kas merupakan laporan yang menyajikan ringkasan aliran kas masuk dan aliran kas keluar pada organisasi selama periode waktu tertentu. Laporan Laba ditahan atau Laporan Perubahan Ekuitas menyajikan Perubahan ekuitas selama periode waktu tertentu.

Pelaporan keuangan yang ditujukan untuk pihak eksternal harus mengikuti standar akuntansi yang diterima umum. Di Indonesia, apabila rumah sakit menjadi Badan layanan Umum, maka rumah sakit mempunyai kewajiban untuk melakukan pelaporan keuangan untuk pihak eksternal. Berdasarkan Keputusan Mentri Kesehatan Republik Indonesaia No 1981/MENKES/SK/XII/2010 tentang Pedoman Akuntansi badan layanan Umum (BLU) rumah sakit, Laporan keuangan yang harus disajikan oleh rumah sakit yang merupakan Badan Layanan Umum adalah: Neraca, laporan Aktivitas, Laporan Arus Kas dan Catatan Atas laporan Keuangan.

SIKLUS TRANSAKSI PADA RUMAH SAKIT

Sebelum melakukan proses transaksi, penting bagi rumah sakit untuk memahami tentang berbagai aktivitas yang terjadi di rumah sakit. Sebagai organisasi penyedia layanan kesehatan, di dalam rumah sakit terdapat berbagai aktivitas, baik yang bersifat ekonomi maupun yang bersifat non ekonomi. Pada perusahaan manufaktur, siklus aktivitas ekonomi pada organisasi manufaktur biasanya dikelompokkan menjadi aktivitas pengadaan bahan, aktivitas produksi, aktivitas pemasaran dan distribusi serta aktivitas pelayanan kepada pelanggan. Rantai aktivitas tersebut disebut dengan rantai nilai (value chain). Dalam organisasi jasa, siklus aktivitas difokuskan pada aktivitas pelayanan kepada pelanggan.

Rumah sakit merupakan organisasi dengan karakteristik unik. Produk utama rumah sakit adalah jasa/pelayanan, meskipun demikian di dalam rumah sakit terdapat juga aktivitas manufaktur, semisal pada apotik dan instalasi gizi. Selain itu di rumah sakit pun terdapat aktivitas yang menyerupai perusahaan dagang, yaitu aktivitas penjualan obat di apotik. Selain itu, pada umumnya rumah sakit merupakan organisasi yang tidak berorientasi pada keuntungan.

Dengan karakteristik yang unik tersebut, sesungguhnya rumah sakit membutuhkan manajer yang handal. Termasuk manajer yang bertanggung jawab terhadap fungsi akuntansi dan keuangan. Salah satu tugas penting manajer akuntansi adalah menyusun laporan keuangan rumah sakit. Laporan keuangan rumah sakit ditujukan untuk memberi informasi kepada para stakeholder tentang proses aktivitas dan kinerja rumah sakit. Proses aktivitas dan kinerja rumah sakit sebagai suatu entitas dilaporkan melalui laporan posisi keuangan (neraca) dan laporan aktivitas/laporan operasi. Selain itu laporan arus kas juga diperlukan untuk menggambarkan aliran kas masuk dan aliran kas keluar yang terjadi di rumah sakit. Untuk dapat menyajikan laporan keuangan dengan baik, manajer akuntansi harus mempelajari dan memahami proses aktivitas dan siklus transaksi yang terjadi pada rumah sakit.

Hubungan antara siklus transaksi rumah sakit dengan sistem informasi akuntansi dan pelaporan keuangan dapat digambarkan sebagai berikut:

PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN RUMAH SAKIT

LANDASAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN RUMAH SAKIT

Manajer akuntansi dan keuangan rumah sakit wajib mengetahui dan memahami peraturan dan ketentuan yang terkait dengan penyusunan laporan keuangan rumah sakit. Penyusunan laporan Keuangan Rumah sakit Umum milik Pemerintah di Indonesia didasarkan pada peraturan-peraturan berikut ini:

  1. Peraturan Pemeritah Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2005 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah
  2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara
  3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan
  4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2005 Tentang Pengelolan Keuangan Badan layanan Umum
  5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2006 Tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah
  6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 58 Tahun 2005 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah
  7. Peraturan Menteri dalam Negeri Nomor 61 tahun 2007 Tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan layanan Umum daerah
  8. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2005 Tentang Standar Akuntansi Pemerintahan
  9. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1981 tahun 2010 Tentang Pedoman Akuntansi Badan Layanan Umum (BLU) Rumah Sakit
  10. PeraturanPemerintah Republik Indonesia Nomor 71 tahun 2010 Tentang Standar Akuntansi Pemerintahan

KODE AKUN (Chart of Account /COA)

Proses Akuntansi dimulai penyusunan Chart of Account (Bagan akun). Chart of Account adalah daftar kode yang digunakan untuk mengklasifikasikan transaksi yang terjadi dalam organisasi. Tujuan pengkodean akun adalah untuk memudahkan pencatatan, pemrosesan informasi dan pelaporan keuangan. Kode akun harus disusun secara sistematis, sesuai dengan kaidah-kaidah ilmu akuntansi, serta mengacu pada stuktur untuk membangun suatu sistem akuntansi.

Setiap kode dalam suatu akun mempunyai makna dan tujuan. Dalam Laporan keuangan untuk pihak eksternal, kode akun menggambarkan posisi akun dalam laporan keuangan. Sedangkan penyusunan kode akun untuk pelaporan keuangan kepada pihak internal, kode akun menggambarkan pertanggungjawaban dan pengendalian.

Klasifikasi akun dalam laporan keuangan dikelompokkan ke dalam 5 besar, yaitu: (1) Aset, (2) Kewajiban,(3) Ekuitas, (4) Pendapatan dan (5) Biaya.  Penyusunan kode akun disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan organisasi. Digit berikutnya dalam kode akun merupakan kode sub klasifikasi dari akun tersebut. Dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1981 tahun 2010 Tentang Pedoman Akuntansi Badan Layanan Umum (BLU) Rumah Sakit. Pedoman penyusunan kode akun adalah sebagai berikut:

A. Digit pertama menggambarkan unsur dalam laporan keuangan, contohnya:

1                              Aset

2                              Kewajiban

3                              Ekuitas

4                              Pendapatan

5                              Biaya

B. Digit kedua menggambarkan klasifikasi kelompok pos laporan keuangan sampai dengan sembilan sub klasifikasi, contohnya:

1                              Aset

11                           Aset Lancar

12                           Investasi jangka Panjang

13                           Aset Tetap

C. Digit ketiga dan keempat menggambarkan sub klasifikasi dari pos laporan keuangan sebelumnya sampai dengan 99 digit, contohnya:

1                              Aset

11                           Aset Lancar

1101                       Kas dan setara Kas

1102                       Investasi lancar

1103                       Piutang Pelayanan

D. Digit kelima dan keenam menggambarkan klasifikasi dari pos laporan keuangan sebelumnya sampai dengan 99 digit,             contohnya:

1                              Aset

11                           Aset Lancar

1101                       Kas dan Setara Kas

110101                  Kas besar

110102                 Kas Kecil

E. Digit ketujuh dan kedelapan menggambarkan sub klasifikasi pos laporan keuangan sebelumnya sampai dengan 99 digit berikutnya, contonya:

1                              Aset

11                           Aset Lancar

1104                       Persediaan

110401                  Persediaan Barang Farmasi

11040101             Persediaan Alat Kesehatan

11040102             Persediaan Obat

Diskusi:

  1. Sudahkah rumah sakit anda menyusun laporan keuangan?
  2. Sudahkah Laporan Keuangan disusun berdasarkan standar akuntansi yang ditetapkan?
  3. Sudahkah Pelaporan Keuangan menggunakan Bagan Akun yang sistematis?

Download Materi Word

Download Materi Power Point


2 Comments


  1. [...] Akuntansi Keuangan di Rumah Sakit (Siklus Akuntansi dan COA) [...]


  2. [...] AKUNTANSI DAN BAGAN AKUN (DOWNLOAD MATERI) [...]

Leave a Reply


4 + 5 =